Jumat, 23 Januari 2015

Perbedaan pleci auriventer, buxtoni, dan montanus

 


Perbedaan Antara Auriventer, Buxtoni dan Montanus



Banyak penggemar pleci yang menyukai jenis /spesies pleci maupun ras / subspesies tertentu. Berdasarkan fakta selama ini, ada tiga jenis pleci yang paling disukai plecimania, yaitu Zosterops palpebrosus auriventer, Zosterops palpebrosus buxtoni, dan Zosterops montanus. Untuk lebih mudahnya, kita singkat saja ketiganyadengan istilah auri, buxtoni, dan montanus, sebagaimana kebiasaan plecimania selama ini. Kali ini, Om Kicau akan membahas perbedaan mendasar dari ketiga jenis pleci tersebut, sebagai referensi bagi Anda ketika hendak membeli di pasar burung.

Burung pleci
Sebelumnya, kita simak dlu beberapa informasi terkait keberadaan pleci ras auriventer  dan buxtoni (subpesies Zosterops palpebrosus) dan Zosterops montanus yang merupakan spesies tersendiri.
Menurut data dari kutilang.or.id, pleci auri dan buxtoni memiliki wilayah penyebaran yang berbeda. Namun akhir-akhir ini wilayah penyebarannya seperti overlap. Ini terbukti dari ditemukannya beberapa gambar pleci ras auri  di Jawa Barat.
Kasus ini bisa terjadi karena beberapa kemungkinan. Bisa saja itu merupakan burung lepasan, tetapi bisa juga karena kesalahan dalam mengidentifikasi. Memang, untuk masalah ini, kita tidak boleh sembarangan menyimpulkan ras dan spesies burung yang ditemukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Berikut beberapa perbedaan yang bisa dijadikan panduan dalam memilih pleci auri, buxtoni, dan montanus.

1. Pleci auriventer (Zosterops palpebrosus auriventer)
Pleci auri memiliki ukuran tubuh lebih besar, dengan warna tubuh bagian bawah abu-abu pucat dan tubuh bagian atas bewarna lebih kekuningan.
Perbedaan yang lebih jelas bisa dilihat dari bentuk lingkar matanya yang lebih tebal dan agak melebar daripada pleci buxtoni. Adapun iris matanya berwarna cokelat.
 
Pleci ras auriventer

Pleci auri lebih sering dijumpai di daerah pesisir pantai, terutama pada hutan bakau (mangrove). Mmereka hidup bersama dalam koloni kecil, sekitar 2 – 6 ekor, dan jarang mau bergabung dengan kelompok pleci lainnya.
Pleci auri memiliki wilayah persebaran mulai dari ujung selatan Myanmar, pantai barat Thailand, Semenanjung Malaysia, Singapura, hingga wilayah pesisir pantai timur Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Bangka, Kepulauan Natuna Selatan, dan Kalimantan.
Suara kicauan pleci auri lebh ngebass, baik suara panggilan (call) maupun suara kicauan (song). Sekilas terdengar mirip dengan kicauan pleci dada kuning.
Melihat wilayah persebaran tersebut, wajar jika pleci auri banyak dipelihara dan dilombakan para plecimania di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Selain itu, auri dikenal memiliki mental yang sangat baik jika dibandingkan dengan jenis pleci lainnya. Mental ini sangat sesuai dengan perilaku auri yang gemar menjelajah tempat -tempat baru.
Seperti dijelaskan di atas, wilayah persebaran pleci auri di Indonesia hanya terbatas di Sumatera dan Kalimantan. Makanya, ketika ada yang mengklaim menemukan pleci auri di Jawa Barat, tidak bisa disimpulkan bahwa jenis ini juga dijumpai di Jawa. Bisa saja burung piaraan yang lepas, atau kesalahan dalam mengidentifikasi.


Pleci buxtoni (Zosterops palpebrosus buxtoni)
Pleci buxtoni umum ditemukan di sekitar Sumatera dan wilayah barat Jawa, terutama mulai dari Bogor hingga wilayah Provinsi Banten.
Buxtoni termasuk pleci berukuran paling kecil dari semua ras oriental white-eye (Zosterops palpebrosus). Warna tubuh bagian atas sedikit lebih gelap, serta memiliki garis kuning yang lebih tegas dan lebar di bagian perutnya.
Pleci ini juga banyak dijual di pasar burung, dalam kandang ombyokan, dan biasanya disatukan dengan pleci montanus.
 
Pleci ras buxtoni
—-
Suara kicauan buxtoni cukup nyaring. Suara kicauan dan suara panggilannya hampir sama dengan pleci dada kuning.
—-

Pleci montanus (Zosterops montanus)
Kalau auri dan buxtoni masih satu spesies, maka pleci montanus merupakan spesies yang berbeda: Zosterops montanus, atau dalam literatur internasional disebut oriental mountain white-eye. Jadi, berbeda dari oriental white-eye.
Pleci montanus dikenal juga dengan nama kacamata gunung. Jenis ini memiliki ukuran tubuh sekitar 11 cm, atau lebih besar dari auri dan buxtoni. Perutnya putih keabu-abuan, dengan bagian sisi tubuh berwarna kecokelatan.
Adapun tenggorokan dan tunggingnya berwarna kuning, iris mata berwarna putih. Sebagian dari jenis pleci ini ada juga yang memiliki garis kuning pada bagian perutnya, seperti halnya pleci buxtoni.
 
Pleci montanus (Zosterops montanus)

Kacamata gunung termasuk burung yang sangat aktif. Mereka hidup bersama kelompoknya, dan akan sangat ribut saat berburu serangga kecil. Spesies ini terdiri atas 9 subspesies / ras, yang tersebar mulai dari Filipina, Sumatera, Jawa Bali, Sulawesi, Maluku, dan Nusa tenggara.
Pleci montanus memiliki suara kicauan yang kencang, tetapi  bergetar seperti serak / parau. Untuk lebih jelasnya,


Perawatan pleci auri agar cepat buka paruh
Perawatan pleci auri memang tidak berbeda dari perawatan pleci jenis lainnya. Yang penting, pemberian pakan harus teratur. Extra fooding (EF) juga rutin diberikan, seperti kroto, ulat kandang. atau ulat hongkong berwarna putih dan buah-buaah.
Buah-buahan yang bisa diberikan antara lain apel, jeruk, pepaya dan sebagainya. Pakan kering dapat Anda buat sendiri, atau beli saja voer yang berkualitas agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Agar pleci auri cepat bunyi, minimal buka paruh, berikan perawatan khusus. Sebab pleci jenis ini terkenal susah buka paruh ketimbang buxtoni atau montanus. Namun dengan perawatan rutin dan teratur, disertai perawatan ekstra lainnya seperti sering mengajak jalan-jalan, mereka akan cepat rajin bunyi hingga buka paruh.
Untuk menuju tahap buka paruh, tentu sangat tergantung pada beberapa hal seperti berikut :
  • Burung berjenis kelamin jantan, karena hanya burung jantan yang bisa mencapai tahap buka paruh. Adapun burung betina lebih cenderung ngeriwik.
  • Memiliki lebih dari satu pleci yang sama jenis.
  • Pengembunan yang rutin.
  • Sering pindah-pindah lokasi gantangan.
  • Sering diajak jalan-jalan untuk gathering.
Semoga bermanfaat.

Membuat Cucak Ijo Tampil Ngetrok

9 Langkah Cucak Ijo tampil Ngetrok

 


Berikut kutipan dari beberap jawara2 Cucak Ijo :
1. Pagi jam 6.00 buka krodong gantang di teras utk angin angin biarkan berkicau.
2. Jam 7 pagi mandikan burung di keramba
3. Setengan jam kemudian jemur, beri makanan Jangkrik 3-5 ekor, kroto 1 sendok teh. Ulat bumbung 1 ekor dalam 3x seminggu
4. Beri buah segar ganti tiap hari ( pisang, pepaya, apel dg diolesi madu )
5. Setelah jemur 1-2 jam, anginkan lali krodong dan gantang diteras
6. Mandi sore jam 3-4 sore, beri jangkrik 3 ekor,
7. H-3 Lomba Mandi jemur masih sama, EF jangkrik naik 3x lipat, ulat hongkong 3 ekor
8. H-1 Lomba Mandi jemur saja, EF mash 3x lipat, setelah jemur krodong hingga besuk pagi.
9. H Lomba, tanpa dimandikan/jemur, bersihkan kandang, ganti buah segar (apel), UH, UB 3 ekor.

Mudah2an kutipan ini bs membantu performa Cucak Ijo rekan2 semuaLanjutt...

NB: Di ambil dari Group KCI

Rabu, 21 Januari 2015

Tips Memilih pleci Ombyokan

 







Tips Memilih pleci Ombyokan 

Membeli dan memilih burung pleci bakalan di ombyokan untuk dijadikan jawara yang bagus bukan hal mudah/gampang tentu butuh kejelian dalam menentukan pilihan agar bisa mendapatkan burung pleci jantan yang bisa dijadikan juara di lapangan.

Untuk itu beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam memilih burung Pleci  ombyokan di penjual burung yang nantinya kita harapkan agar jadi pleci jawara dan unggulan dalam berkicau.

Berikut ini tips memilih Pleci ombyokan:

Kelamin Pleci.  

Kelamin harus jantan, tentu hanya pleci jantan yang bisa memiliki kicau dan bunyi lebih baik dan lantang.

Usia Burung.
Usia Burung Pleci,  mencari bakalan pleci yang masih sangat muda tentu akan lebih mudah mendidiknya..karena pleci muda akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan tidak mudah stress, mudah juga untuk kita master dengan suara burung lain. 

Katurangga.

Katurangga, merupakan informasi fisik bakalan burung seperti kita akan memilih calon pemimmin tentu kita harus melihat calon pemimpin dengan fisik tegap, gagah dan berwibawa. Nah pada memilih Pleci disini, factor katurangga juga menjadi salah satu tolak ukur dalam memilih calon Pleci jawara. Lalu apa saja factor katurangga yang akan kita lihat dalam memilih bakalan pleci di ombyokan, berikut ini tipsnya :
  1. Postur badan panjang proposional terhadap kaki,leher dan ekor .
  2. Kaki jenjang panjang, kering dan jari jari panjang .
  3. Kepala lebih besar berbentuk kotak, kemudian pada dahi menonjol.
  4. Pangkal paruh lebar, paruh tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis, paruh panjang dan lurus.
  5. Leher panjang dan tebal berisi.
  6. Dada lebar dan berisi atau berdada bidang .
  7. Ekor panjang dan rapi .
  8. Bulu berwarna kering, rapi dan mengkilap.
  9. Mata bulat besar melotot.
  10. Gerakan lincah .
  11. Sayap lebar dan mengepit rapat simetris.
  12. Berdiri kuat 30-45 derajat .

Racikan pakan burung pleci

Racikan pakan burung pleci

 

Plecimania tentu sudah merasa jenuh apabila memiliki burung pleci sudah berbulan-bulan bahkan tahunan, tapi belum mendapatkan hasil yang optimal. Istilah optimal disini bisa berarti dilihat dari segi mental burung pleci itu, entah juga dari segi lamanya proses penjinakkan yang membuat burung pleci bakalan pilihan temen-temen belum juga ngeriwik, atau mungkin karena burung pleci pilihan tersebut sudah ngeriwik tapi hanya ngeriwik sampai berbulan-bulan lamanya. Lantas temen-temen bingung, harus gimana lagi untuk membuat momongan kesayangan temen-temen itu bisa ngerol dengan paruh terbuka dan bersuara keras.
Pada kesempatan ini, mari berbagi tips agar  burung pleci bersuara keras. Tentunya burung pleci dengan membuka paruhnya. Selain kriteria burung pleci andalan diatas, Kita akan mencoba berbagi tentang cara agar burung pleci bisa bekerja optimal dilapangan.
Untuk mempersiapkan burung pleci siap lomba, bisa dibilang gampang-gampang susah atau susah-susah gampang. Hal itu tergantung dari cara perawatan harian burung pleci kita di rumah. Ok  supaya tetap fokus pada permasalahan, yaitu membuat ramuan untuk pakan burung pleci, kita mulai saja dengan tips agar burung pleci bersuara nyaring dan lantang berikut ini:
1.      Racikan pakan voer burung pleci. Pengalaman yang Om Kicaw dapatkan, kita bisa meracik voer untuk pakan pleci dengan mencampur 2 sampe 3 bahkan lebih jenis merk voer yang ada di pasaran dengan tambahan 2 sampe 3 sachet susu bubuk apa saja (.......) dan juga tambahan tepung jangkrik tepung kroto,juga bisa di tambahkan biji fumayin untuk memancing sifat fighternya dengan perbandingan 1:1 (1 bungkus voer : 1 sachet susu bubuk : 1 sachet tepung jangkrik : 1 sachet tepung kroto dan beberapa butir biji fumayin yang sudah di bersihkan dari kulitnya).
biji fumayin
.     

      Buah-buahan harus selalu tersedia. Buah-buahan untuk burung pleci bisa berupa pisang, pepaya, apel, belimbing, anggur. Sesekali dalam seminggu bisa diselingi dengan tambahan berupa sayur-sayuran seperti mentimun, tomat, cabe merah besar, pecay, sawi.
3   Ulat hongkong bisa diberikan dengan porsi 2 pagi dan 2 sore. Hanya saja tidak mesti setiap hari dalam pemberian UH ini.
      Kroto segar. Cukup berikan maksimal 1 sendok teh saja. Pemberian kroto pada burung pleci dengan porsi yang tepat, dapat menjaga stamina dan kebugaran burungpleci. Sehingga burung pleci akan merasa senang dan ceria. Pemberian kroto harus terjadwal dan berselang 2 sampe 3 hari dari pemberian UH.
     Air minum untuk burung pleci harus selalu diganti setiap harinya. Sebaiknya disediakan 2 cepuk, 1 untuk mandinya dan 1 untuk minumnya. Untuk air minumnya, bisa dibuat ramuan air minum untuk burung pleci. coba tambahkan campuran air dan madu , pemberian air minum 2 kali sehari sebaiknya di ganti dengan yang baru
        Selamat mencoba sobat
Semoga bermanfaat...

Jumat, 16 Januari 2015

Mastering Burung Kicau


MEMASTER/MASTERING BURUNG KICAU AGAR EFEKTIF

  Master Kicau Mastering Burung Kicau Agar Efektif - Sobat kicau, pasti anda sebagai pecinta burung kicau tidak asing lagi dengan yang namananya "mastering/memaster" burung kicau kesayangan anda. Mastering/memaster secara sederhana berarti melatih burung agar cepat berkicau dengan cara diperdengarkan suara-suara kicau burung sejenis/burung lain. Suara dari burung yang diperdengarkan inilah yang disebut dengan master atau burung master. 
Ya, mastering/memaster burung merupakan usaha yang sangat tepat anda lakukan jika anda ingin membuat burung kicauan anda lekas gacor/bunyi. Karena dengan mastering tersebut, burung kicau anda akan mendengar dan menghafal kicauan burung master yang ia dengar. Setelah mendengar dan hafal, maka burung kicau akan berusaha menirukan dengan cara berkicau. Makanya burung kicau akan bunyi sesuai dengan apa yang ia dengar. Misalnya cucak hijau dimaster dengan suara murai batu. Tujuan utama mastering/pemasteran adalah agar burung memiliki suara kicauan yang bervariasi dan tidak monoton. 
Untuk cara pemasterannya, ada banyak cara yang telah dilakukan oleh sobat kicaukan. Misalnya dengan cara diperdengarkan suara kicau burung lewat CD/mp3, atau dengan menggunakan burung yang memang diset sebagai burung master (spesialis masteran). Tetapi ada sebagian pecinta burung yang mempercayai "mitos" yang tidak masuk akal. Misalnya burung yang dimaster harus melihat burung masternya agar bisa melihat gerakan paruh dan meniru kicauannya. Ada juga yang percaya bahwa memaster burung harus menunggu masa mabung/ganti bulu, karena pada saat mabung burung lebih banyak diam dan mendengar. Sebenarnya itu tidak salah, yang salah adalah kesimpulannya. Yang benar adalah, burung bisa dimaster kapan saja, tidak harus melihat burung masternya atau harus pada saat mabung. Burung bisa dimaster kapan saja, tetapi memang ada waktu-waktu efektif agar pemasteran lebih efektif. 
Nah, inilah yang akan kita bahas bersama dalam kesempatan ini. Ada dua pertanyaan yang muncul, yaitu sebagai berikut :
  1. Tips memaster/mastering burung?
  2. Waktu yang efektif untuk melakukan pemasteran?

Jawaban ke 2 pertanyaan mendasar tersebut, maka kita harus mengetahui dulu dasar-dasar memaster burung. Dan untuk mengetahui jawabannya, maka simaklah artikel ini baik-baik sampai akhir. Tetapi sebagai pecinta burung yang baik, jika anda merasa tulisan kami tidak tepat, maka anda berkewajiban membenarkannya dengan cara komentar. :) Karena tujuan artikel-artikel kami adalah berbagi ilmu yang benar dan tidak menyesatkan. 
Oke, ini jawabannya :
1. Tips memaster/mastering burung?

Cara memaster burung ada dua cara yang sering digunakan oleh sobat kicaukan. Yang pertama adalah dengan burung asli (misalnya cucak ijo spesialis master), atau dengan mp3/kaset CD atau hp. Jika memaster dengan burung asli, maka itu cukup baik karena suara yang didengar adalah suara asli sehingga sangat jelas. Tetapi untuk memaster burung dengan burung aslinya membutuhkan biaya yang mahal, karena harga burung master juga tidak murah. Dan untuk penempatannya, jarak antara burung master dan burung yang dimaster tidak boleh terlalu dekat. Karena jika jaraknya terlalu dekat, maka bisa-bisa burung yang dimaster justru akan jatuh mentalnya dan stress. Idealnya jarak adalah sekitar 3-5 meter agar suara burung master tidak terlalu keras dan tidak membuat burung stress. Lalu bagaimana jika memaster burung dengan menggunakan mp3/kaset CD? Apakah itu efektif? Sebenarnya memaster burung dengan mp3/CD bertujuan untuk menghemat biaya kita daripada membeli burung master. Memaster dengan mp3 juga bagus, asalkan suara yang dikeluarkan berkualitas bagus. Berkualitas di sini artinya, harus sesuai dengan suara asli burung. Jadi anda harus benar-benar memperhatikan equalizer/pengaturan perangkat audio anda agar suara yang dikeluarkan sangat jelas. Kesimpulannuya, memaster burung dengan mp3 atau kaset pun sama bagusnya dengan burung asli, asalkan dengan perangkat audio yang bagus. Dan janagn lupa, saat memaster burung sebaiknya anda mengkrodong burung yang akan anda master. Tujuan dari mengkrodong burung yang akan dimaster adalah "menipu" burung tersebut dengan membatasi pandangannya agar diam dan beristirahat dengan tenang sehingga waktunya akan digunakan untuk mendengar suara-suara yang ada di sekitarnya.
2. Waktu yang efektif untuk melakukan pemasteran?

Sebenarnya untuk memaster atau melakukan pemasteran burung kicau bisa dilakukan kapan saja, karena burung punya telinga yang selalu terpasang. Itu artinya, kapan pun burung bisa mendengar suara dari luar. Namun yang harus kita pelajari adalah tentang waktu-waktu efektif untuk memaster burung. Jika ada yang bilang memaster burung hanya bisa dilakukan pada saat burung mabung/ganti bulu, maka itu adalah salah. Karena memaster tidak harus menunggu burung mabung. Burung bisa dimaster saat masih anakan/bakalan, atau dalam keadaaan normal, bahkan dalam kondisi top form pun masih bisa dimaster. Nah, waktu-waktu yang efektif untuk memaster burung adalah sebagai berikut :
  • Saat istirahat. Istirahat merupakan waktu dimana burung berhenti beraktivitas, biasanya setelah dimandikan dan dijemur (siang hari) dan di malam hari antara pukul 22.00 s/d 06.00 pagi.
  • Saat mabung. Saat burung berganti bulu/mabung, aktivitasnya jauh berkurang dari biasanya. Burung lebih banyak diam. Nah, dalam kondisi ini pemasteran sangat tepat anda lakukan karena burung yang sedang mabung lebih banyak diam dan mendengar suara-suara yang anda di sekelilingnya. Jika suara dari luar yang didengar sesuai dengan karakter suaranya, maka ia akan menghafal suara tersebut dan menirukannya saat mabung sudah selesai. 
  • Kondisi lingkungan yang nyaman. Salah satu faktor penentu keberhasilan pemasteran burung kicau adalah kondisi lingkungan yang aman dan nyaman. Buatlah kondisi senyaman mungkin bagi burung saat dimaster, dan jangan lupa dikerodong. Suasana lingkungan yang tenang dan nyaman akan membuat burung lebih efektif dan berhasil. 

Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah, memaster burung TIDAK HARUS saat mabung, tetapi bisa dilakukan pada saat istirahat di siang hari dan malam hari. Untuk teknik pemasterannya, bisa menggunakan burung master asli atau bisa juga dengan suara mp3/kaset. Yang penting suara mp3?CD tersebut terjamin kualitasnya dengan perangkat audio yang mendukung pula. 
Memahami Cara Memaster/Mastering Burung Kicau Agar Efektif
Salam kicau, demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Mastering Burung Kicau Agar Efektif. Semoga bermanfaat bagi anda semua, dan terima kasih telah membaca artikel ini. Jika ada kekurangan atau kesalahan, mohon pencerahannya. :)
Simak terus untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau!!!